KEROBOKAN, BALI – Dalam keheningan malam menyongsong fajar Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, pesisir Pantai Kerobokan berubah menjadi panggung kehangatan dan rasa syukur. Pada Minggu (16/8/2026) malam, gelora semangat Merah Putih disulut tepat pada detik-detik pergantian hari.
Tepat pukul 23.59 WITA, ketika malam mencapai puncaknya, suasana berubah penuh ketakziman. Tim Sea Turtle Ranger Conservation Center (STRCC) bersama Sahabat Mangrove Ranger Indonesia, Saka Bahari Kwarcab Buleleng, Pemerintah Desa Kerobokan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Karang Taruna Kerobokan melingkar bersama di atas hamparan pasir pesisir. Dalam ikatan kebersamaan yang erat, mereka menyalakan 81 api suci kemerdekaan—sebuah pendar pencerah yang melambangkan usia perjalanan bangsa Indonesia.
Pendar merah emas dari 81 obor yang menari di tepi samudra menjadi saksi bisu bersatunya pelbagai elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan malam itu kian sarat makna tatkala gema pengucapan ikrar dilantunkan bersama. Ikrar tersebut bukan sekadar kata, melainkan sebuah simpul janji dan tekad bulat untuk terus menjaga benteng persatuan serta merawat bumi pertiwi.
Di bawah langit Kerobokan dan sapuan angin malam pesisir, nyala api yang berpijar memancarkan pesan keteguhan: bahwa semangat kemerdekaan tak akan pernah padam selama rasa kebersamaan terus dijaga.
Dari pesisir Pantai Kerobokan, 81 api telah menyala—membawa hangatnya persatuan, menjaga nyala semangat kemerdekaan Indonesia.
