KEROBOKAN, BALI – Melengkapi khidmatnya peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, kehangatan menyelimuti Pesisir Pantai Kerobokan pada Senin (17/8/2026) sore. Tepat pukul 17.00 hingga 18.00 WITA, usai suksesnya aksi pengibaran Sang Saka Merah Putih di dasar laut, kegiatan dilanjutkan dengan pelepasliaran 1.000 ekor tukik (anak penyu) menuju samudra lepas.
Aksi konservasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian acara “Rilis Merdeka”, sebuah wujud syukur atas kemerdekaan bangsa yang dirayakan melalui kepedulian terhadap kelestarian alam. Langkah-langkah kecil 1.000 tukik yang merayap di atas pasir menuju sapuan ombak menjadi pemandangan penuh haru dan harapan.
Suasana kebersamaan kian terasa hangat dengan hadirnya seluruh elemen masyarakat. Kepala Desa Kerobokan, warga desa, para relawan, anggota Karang Taruna, hingga inisiator komunitas lingkungan seperti Sea Turtle Ranger dan Mangrove Ranger Indonesia melepas tukik-tukik tersebut secara bersama-sama.
Pelepasliaran 1.000 ekor anak penyu ini bukan sekadar prosesi pelestarian satwa, melainkan simbol kebebasan dan keberlanjutan. Melalui langkah nyata di tepi Pantai Kerobokan ini, masyarakat dan pegiat lingkungan menegaskan komitmen bersama untuk terus menjaga ekosistem pesisir serta memastikan laut Nusantara tetap menjadi rumah yang aman bagi kehidupan di dalamnya.
Seiring matahari terbenam di ufuk barat Pantai Kerobokan, 1.000 tukik tersebut berenang mengarungi samudra, membawa pesan bahwa menjaga alam adalah cara terbaik merawat kemerdekaan.
